28 Desember 2008
Umi Fadlillah Umar
Hari ini 25 tahun yang lalu ibu saya melahirkan saya ke dunia. Di sebuah bangsal rumah sakit bersalin sederhana yang terletak di samping kelurahan Jatinegara.
Umi Fadlillah Umar, saya suka dengan nama itu. Umi artinya ibu, Fadlillah artinya rahmat Allah yang dilimpahkan, dan Umar adalah nama ayah saya.
Tadi saya bilang saya suka nama saya? Dulu sekali bahkan sampai sekarang pun, sebenarnya saya sering kali tersandung kesulitan yang diakibatkan nama saya itu. Fadlillah, tepatnya yang menyebabkan kesulitan saya.
Lihat saja, Fadlillah, huruf “L” nya itu ada tiga. Namun sering kali orang atau instansi manapun dengan semaunya menuliskan nama saya. Nyaris 80 persen kegiatan, atau apapun yang saya ikuti terkait nama saya tidak pernah benar penulisannya. Banyak sertifikat yang saya miliki di rumah dan alhamdulillah, hanya sekitar 80 persen saja yang dituliskan secara benar. Cuma ijazah dan KTP saja yang benar-benar betul penulisannya.
Contoh lain kartu Jamsostek, dua kali saya membuat kartu Jamsostek dan sekali lagi, alhamdulillah dua-duanya salah ketik. Padahal saya sudah benar pada saat pengisian form aplikasi pendaftarannya.
Pernah suatu ketika ada sebuah pelatihan yang diselengarakan remaja masjid di lingkungan rumah saya. Berdasarkan pengalaman saya selama ini, dengan garang pada form aplikasi di kolom nama pada akhir kolom saya tulis “inget ya, huruf ‘L’ nya tiga” kurang cukup saya langsung mendatangi salah satu panitia yang saya tahu dialah yang nantinya membuat seritfikat pelatihan tersebut, saya pun berkata “inget yah, huruf ‘L’ nya tiga, saya tidak mau terima kalo nama saya salah diketik”
Wuahhh ,,, lama-lama saya terbiasa dengan urus mengurus perubahan nama akibat salah ketik dimanapun.
Tapi seperti yang saya bilang, betapa luar biasa arti nama saya. Maksud yang ingin di usung oleh orang tua saya “Rahmat Allah yang dilimpahkan”. Saya berharap semoga doa orang tua saya melalui nama itu bisa terkabul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar