Selasa, 24 Februari 2009

Semua Ada Waktunya

Semua ada waktunya. Kalimat itu yang akhir-akhir ini selalu berputar dan tercamkan di benak saya. Saya adalah pegawai dengan status kontrak, meskipun tempat saya bekerja adalah salah satu perusahaan yang cukup besar dan mempunyai nama di Indonesia namun sebagai seorang manusia keinginan untuk lebih tentu ada.

Usaha, tentu saja sudah banyak saya jalani, mengikuti jobfair contohnya. Depok, Bogor, Jakarta, saya ikuti. Koran-koran yang berisi lowongan pekerjaan, rutin saya beli, nyaris setiap minggu empat sampai lima amplop coklat terkirim via pos. Saya juga bergabung dengan beberapa situs pencari kerja, sehingga email saya penuh dengan notifikasi sesuai dengan kriteria dan fungsi-fungsi yang saya masukkan ketika mendaftar. Sampai lowongan PNS, saya juga tidak absen. Tahun 2008 lalu, lebih dari tiga lowongan PNS saya mendaftar.

Di kantor, usaha juga saya lakukan, saya bicara dengan atasan saya langsung mengenai nasib saya, manajer, sampai senior manajerpun saya datangi. Tetap masih nihil. Saya hanya bisa berusaha berdoa dan tentu saja meminta doa dari orang-orang terdekat saya. Namun selama dua tahun, hasilnya nihil.

Hingga pada satu titik, suatu malam, saya bangun membasuh wajah saya dengan air dan mendekatiNya.

“Ya Tuhanku, sebagai manusia, inilah yang saya bisa. Inilah kemampuan dan daya upaya saya”
“Ya Tuhanku, saya tahu kau Tahu yang kubutuh, Kau tahu kapan aku butuh. Kupasrahkan semuanya padaMu”

Kepasrahan....
Dan esoknya, senior manajer saya memanggil saya, dia mengatakan aku akan dipindah ke lain bagian dan akan diusahakan untuk berubah status kepegawaian saya.
Syukur.. hanya itu yang terucap dari bibir saya.

Saya memiliki seorang teman, setiap saya berkeluh kesah. Satu yang selalu dia ucapkan :

“Sabar ya Mba, semua ada waktunya.........”

Ya, kita memang harus bersabar karena Dia mengabulkan yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

1 komentar:

  1. SABAR YA MBAK....

    KALO TUHAN SUDAH MEMUTUSKAN PASTI KOK SEMUANYA BERES...

    BalasHapus