Selasa, 24 Februari 2009

Tuhan itu Sibuk

Makan siang tiba, agak jenuh dengan menu catering yang disediakan kantor tempat saya bekerja saya memutuskan makan di luar bersama teman-teman saya.

Saya menunggu teman-teman yang agak berjalan jauh dibelakang saya di depan pos satpam yang ada di muka gerbang kantor kami. Clekit ,,,, aduh,,, seekor semut menggigit tangan saya.

Saya perhatikan semut yang berjalan beriringan, saya ikuti jalur perjalanan mereka dengan pandangan mata saya. Mereka berarak di batang pohon, ratusan jumlahnya. Ternyata banyak makhluk hidup penghuni pohon itu, tidak hanya semut tapi juga jamur, serangga, burung, dan banyak kehidupan kecil lain yang tak kasat mata saling menopang satu sama lain. Bahkan pohon itupun sendiri adalaha sebuah kehidupan.

Luar biasa, semua itu hanya pada sebuah pohon. Bisakah terbayang kehidupan seperti itu juga ada pada pohon-pohon lain? Bisakah terbayang bahwa kehidupan lain juga tersebar di banyak tempat. Yang paling luar biasa dari kesemua hal tadi adalah bahwa semua makhluk itu tidak kekurangan makan dan benar-benar terurus.

Tuhan ,,, sedang sibuk sekali Dia. Setiap detik, setiap manit, setiap waktu, namun Dia tidak juga lupa pada kita. Sebuah, seorang, individu, sejumput, seekor. Tapi Dia tidak melupakan kita.

Tuhan itu sibuk, tapi Dia tidak sok sibuk.

Sebuah tepukan lembut menyadarkan pengembaraan alam pikiranku. “Hey, , , ngelamun. Makan siang yuk”.

1 komentar:

  1. ya nih mi...
    Tuhan emang sibuk tp ga so sibuk...
    semua doa & keluhan qt pasti ditampung... :)

    BalasHapus