Pagi ini seperti biasa saya berangkat dari rumah ke kantor saya di bilangan Cakung mengendarai motor.
Sebenarnya rute normal saya adalah lewat Kawasan Industri Pulogadung, lalu lurus melewati Jalan Raya Bekasi ke arah Cakung.
Namun akhir-akhir ini saya lebih senang lewat memutar, melalui Walikotamadya Jakarta Timur, Pondok Kopi.
Memang rute yang harus saya lalui bisa dikatakan dua kali lipat, namun secara waktu ternyata justru lebih cepat karena sama sekali tidak macet.
Hari ini agaknya berbeda, macet sekali. Kendaraan-kendaraan yang ke arah Pondok Kopi nyaris tidak bergerak. "Aneh ... " pikir saya, karena jarang sekali hal ini terjadi.
Tiba diperempatan rumah susun, dekat dengan stasiun kereta api tergolek sesosok tubuh yang ditutupi oleh koran dan dikerumuni orang-orang.
Kecelakaan rupanya telah terjadi, dan ini yang menyebabkan kemacetan.
Tergerak oleh rasa ingin tahu, saya tepikan motor saya dan bertanya apa yang terjadi.
Orang tersebut bercerita bahwa, korban adalah pengendara motor yang sepertinya akan berangkat kerja.
Tidak sengaja tersenggol pengendara motor lain dan jatuh ke arah kanan. Ketika itu pula lewat sebuah metro mini dengan kecepatan tinggi
melindas sang pengendara motor. Ia pun tewas
Kita tidak pernah tahu kapan ajal kita, satu yang kita tahu, ajal selalu berada dekat dengan kita.
Ajal tidak untuk ditakuti, diwaspadai. Tapi kita harus mempersiapkan diri.
Mari menebar banyak kebaikan yuk,,, karena kita tidak pernah tahu kapan waktu kita.
Seperti juga sang pengendara motor itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar