Rabu, 11 Mei 2011

Pempek Palembang Asli Nich

Hmm... pertama kali atasan saya bilang saya ditugaskan ke Palembang, yang pertama kali ada dalam kepala saya adalah PEMPEK...

Selesai shalat maghrib, saya, Mba Sylvi, dan Pak Mahfudz (tim dari Dirjen Perkebunan) memutuskan untuk isi perut dulu. Agak gerimis, dan kami bertiga masih buta akan kota Palembang ini. Alhasil, kami hanya makan masakan seafood di tenda kaki lima di seberang hotel kami. KURANG LEZAT, tapi tak apa-apalah, asala perut ini tidak kosong saja.
Selesai makan, Pak Mahfudz memutuskan kembali ke kamar, karena diantara kami bertiga beliau memang sudah agak sepuh. Sedangkan saya dan Mba Sylvi masih memiliki energi yang masih banyak,sehingga mengikuti rasa penasaran saya akan makanan bernama pempek, kami memutuskan untuk sekedar berjalan-jalan kaki mencar Pempek.

Alhasil, setelah sekitar satu kilo kami berjalan, sampai juga kami di Toko Pempek Candy. Toko pempek Candy ini berdamping-dampingan persis dengan Pempek Pak Raden, hanya saja saya sudah terbiasa dengan Pempek Pak Raden Pasar Minggu, jadi kami meutuskan untuk memasuki Toko Pempek Candy.

Toko ini terletak di bawah jembatan fly over di depan Polda. Rasanya memang benar benar berbeda dengan pempek yang biasa saya makan di Jakarta. ASLI terasa ikannya.
Selain makan di tempat, Pempek Candy juga menyediakan paket-paket yang bisa dibawa pulang. Harga berkisar antara Rp 60.000 - 100.000, setelah puas melihat-lihat daftar menu paket oleh-oleh tersebut, saya memutuskan membeli dua paket, tetapi nanti...
Karena masiih tiga hari lagi saya di palembang.

Puas makan pempek, kami berjalan lagi kembali ke hotel...Beristirahat, menabung energi untuk melaksanakan tugas kami sebaik-baiknya esok pagi

Pertama kali menginjak Pulau Sumatera


Bertolak dari Jakarta dengan penerbangan pertama, saya dan 2 orang teman saya, kami satu tim.
This is my first DL (Dinas Luar), and this is my first time kaki saya menginjak pulau Sumatera, jadi jujur saja saya agak kikuk. Beruntung saya ditemani mba Sylvia dan Pak Mahfudz mereka sudah berpengalaman dinas ke daerah.
Tiba di kantor Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Selatan, kami disambut dengan ramah oleh Pak Zul dan Pak Syamsul. Tak lama beramah tamah, tim kamipun diantar menghadap Kepala Bagian Produksi Perkebunan dihadapan beliau kami memaparkan tujuan kunjungan kerja kami ke Propinsi Sumatera Selatan.
Jam makan siang pun tiba, tim kami diantar mengunjungi rumah makan ikan patin asli Palembang. Bedanya dengan sup patin di Jakarta, ikan-ikan patin yang dipakai dalam pengolahan masakan asli orang Palembang jarang sekali menggunakan patin kolam. Mereka biasa menggunakan patin sungai yang hidup liar, atau patin keramba (ikan patin yang dibiakkan namun ditempatkan di sungai). Menurut mereka, daging ikan patin kolam kurang sedap, sehingga biasanya konsumen banyak yang tidak tertarik.

Hmm....FYI, sssttt jangan bilang - bilang yah, mungkin karena saya kurang begitu suka ikan patin, jadi buat saya rasa ikan patin yang biasa saya makan di kantin kantor dengan ikan patin di Palembang sini tidak jauh berbeda :P

Selesai makan siang Pak Zul, Pak Syamsul dan tim saya membuat strategi perjalan kami menuju lapangan, karena medan yang akan dilalui cukup berat dan memakan banyak waktu.
Mengingat hal tersebut, Pak Zul mempersilahkan kami untuk segera beristirahat di hotel. Diantar salah satu staf nya, kami beranjak menuju hotel dan beristirahat

Hmmm... i cant wait for my journey tomorrow
Halo Sumatera, Halo Palembang, besok.. aku akan menjelajahimu

Perjalan pun dimulai

Jump up
Jump up
Jump up
in the head

Malam ini, setelah sekian lama, saya berusaha untuk kembali menuangkan apa yang ada dalam kepala saya.

Kini saya hidup dalam lingkungan baru, rumah baru, tempat kerja baru, dengan keluarga kecil yang juga baru.

Yup, my new life journey has begun,

Sebagai awal,
Alhamdulillah, kini saya sudah berstatus double alias sudah menikah, buat saya itu adalah satu bab tersendiri

Kedua, kini saya juga menyandang predikat sebagai pegawai negeri sipil, di Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan..

Status saya yang terakhir inilah, yang menggugah minat saya untuk menulis,
menulis perjalanan saya, yang (sepertinya) akan sering, ke seantero nusantara.

Agri Journey, sengaja saya memilih nama itu (suami saya tepatnya)
karena di balik tugas yang saya emban pada saat dinas ke daerah, banyak sisi menarik yang menggelitik saya untuk saya tulis, dan saya bagikan kepada banyak orang.

Baiklah... selamat datang teman, selamat membaca