Hmm... pertama kali atasan saya bilang saya ditugaskan ke Palembang, yang pertama kali ada dalam kepala saya adalah PEMPEK...
Selesai shalat maghrib, saya, Mba Sylvi, dan Pak Mahfudz (tim dari Dirjen Perkebunan) memutuskan untuk isi perut dulu. Agak gerimis, dan kami bertiga masih buta akan kota Palembang ini. Alhasil, kami hanya makan masakan seafood di tenda kaki lima di seberang hotel kami. KURANG LEZAT, tapi tak apa-apalah, asala perut ini tidak kosong saja.
Selesai makan, Pak Mahfudz memutuskan kembali ke kamar, karena diantara kami bertiga beliau memang sudah agak sepuh. Sedangkan saya dan Mba Sylvi masih memiliki energi yang masih banyak,sehingga mengikuti rasa penasaran saya akan makanan bernama pempek, kami memutuskan untuk sekedar berjalan-jalan kaki mencar Pempek.
Alhasil, setelah sekitar satu kilo kami berjalan, sampai juga kami di Toko Pempek Candy. Toko pempek Candy ini berdamping-dampingan persis dengan Pempek Pak Raden, hanya saja saya sudah terbiasa dengan Pempek Pak Raden Pasar Minggu, jadi kami meutuskan untuk memasuki Toko Pempek Candy.
Toko ini terletak di bawah jembatan fly over di depan Polda. Rasanya memang benar benar berbeda dengan pempek yang biasa saya makan di Jakarta. ASLI terasa ikannya.
Selain makan di tempat, Pempek Candy juga menyediakan paket-paket yang bisa dibawa pulang. Harga berkisar antara Rp 60.000 - 100.000, setelah puas melihat-lihat daftar menu paket oleh-oleh tersebut, saya memutuskan membeli dua paket, tetapi nanti...
Karena masiih tiga hari lagi saya di palembang.
Puas makan pempek, kami berjalan lagi kembali ke hotel...Beristirahat, menabung energi untuk melaksanakan tugas kami sebaik-baiknya esok pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar