Saat ini saya bekerja di bagian regulatory staff, tugas saya adalah mendaftarkan produk-produk yang diproduksi pabrik tempat saya bekerja ke Badan POM.
Suatu pagi telepon berdering di meja saya. Di seberang sana adalah orang marketing, dia mengeluh sulitnya menembus peraturan-peraturan Badan POM mengenai apa-apa saja yang harus dan bisa ditampilkan di label. Label adalah bagian penghubung antara konsumen dan produsen, sebagai marketing tugasnya lah membuat desain label semenarik mungkin, dan kendalanya adalah peraturan.
Hari ini sekali lagi saya mendengar keluhan tentang Badan POM, dari seorang formulator. Orang yang tuganya membuat formulasi produk. Sulit sekali katanya “Badan POM maunya apa sih?”
Pernah pula suatu kali (sering kali kadang) di media massa baik televisi maupun media cetak kita dengar adanya produk-produk berbahaya di pasaran. Telinga saya menangkap seperti ini “Badan POM gimana sih, masa produk berbahaya gitu bisa dilolosin?”
Hmmm... membuatku tergelitik untuk berpikir.
Sebegitu ketatnya peraturan-peraturan di Badan POM saja banyak produk berbahaya bisa beredar di pasaran, apalagi kalau Badan Pom sangat longgar.
Itu yang saya katakan kepada orang marketing itu.
“Mba.. coba deh mba menempatkan diri jadi konsumen. Pasti khawatir kalau bayi nya makan-makan yang tidak jelas dan ternyata di label dan isinya tidak sesuai”
Sang marketing berdehem setuju. “Iya juga sih Mba.”
Yah.. hanya salah satu contoh. Dalam banyak hal ternyata seru kalau kita melihat dari berbagai sisi ketika masalah kita hadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar